Tak terasa waktu berjalan begitu cepat bagiku, rasanya aku baru saja
lulus SMA beberapa bulan yang lalu. Tak terasa aku sudah memiliki adik angkatan
baru, namun rasanya baru saja aku selesai mengikuti ospek. Tak terasa aku sudah
mendapatkan indeks prestasiku yang kedua, rasanya kemarin aku masih berlatih
menyesuaikan diri dengan kehidupan kuliah. Dan tak terasa sudah satu tahun aku
meninggalkan rumah, meninggalkan Kota Semarang tercinta dan tentunya kedua
orangtua tersayang, namun rasanya baru kemarin aku diantarkan ke Kota
perantauanku ini.
Waktu berjalan begitu cepat, sekarang aku sedang memasuki tahun keduaku
hidup di Yogyakarta. Tak terasa memang, dulu aku tak begitu betah dengan
suasana kosan yang menurutku membosankan, sulit untuk mendapatkan sinyal dan
sulit sekali untuk berhubungan lewat jejaring sosial. Setahun yang lalu aku
mulai kehidupan baruku, ditempat yang benar benar baru, berkenalan dengan teman
teman baru dari berbagai daerah. Mengherankan menurutku saat melihat teman –
teman lainnya, aku sedikit banyak selalu
memperhatikan detil detil kecil orang berpakaian, mulai dari sepatu celana baju
hingga gaya rambut mereka. Saat aku SMA rata rata gaya pakaian teman temanku
sedikit banyak sama, yang cowok memakai baju agak jangkis dan juga celana gaul
pensil, sedangkan yang cewek lebih parah lagi. Sering aku amati terutama cewek
cewek yang tak berkerudung menggunakan baju yang sangat ketat bahkan ada yang
bajunya kelihatan tipis sekali hampir transparan. Berbeda dengan teman teman
sejurusanku, yang cowok memakai celana bahan yang klowor dan yang cewek
tentunya gak kayak cewek SMA dulu lah. Mayoritas mereka menurutku ialah orang
orang yang lugu. Meskipun beberapa ada yang terlihat nyleneh tapi pemikiran
mereka benar benar berbeda dari penampilannya. Memang benar, waktu itu aku
menyadari bahwa aku berada di universitas terbaik, mayoritas temanku ialah
terbaik dari daerahnya masing masing.
Aku ingat sekali setahun yang
lalu aku masih terbawa atmosfer SMA dan euforia anak sekolah. Teringat awal
awal memasuki masa kuliah, kebiasaan masa SMA masih melekat, hingga berimbas
pada nilai UTS semester 1 ku yang benar benar hancur hahaha…. Nah baru setelah
UTS ini kehidupan baruku sebagai mahasiswa benar benar dimulai. Aku mulai bisa
mengatur waktu belajar, berorganisasi, dan juga bermain. Aku sedikit sedikit
mulai bisa mengimbangi teman teman sejurusanku, yang notabene mereka semua
memiliki latar belakang yang luar biasa dalam bidang fisika, robotic maupun
programming dan pastinya kemampuan berfikir otak mereka seperti makhluk dari
planet lain. Ada yang saat kuliah kerjaanya ketawa dan keliatannya ga terlalu
serius eh tapi waktu nilai keluar tau tau dia dapet A. Ada yang ikut banyak
banget organisasi, aktif dan eksis dimana mana dan nilainya juga bagus. Emang
di UGM ini gak ada orang yang boleh diremehin, gak bisa di judge lewat
kebiasaan maupun penampilannya saja, semuanya memiliki kehebatan yang tak
terduga, memang benar kompetitif banget teknik elektro UGM ini.
Tak terasa memang aku sudah
menjalani setahun kehidupan yang mengasyikan bersama teman teman kuliah. Jujur
semenjak kuliah banyak yang berubah dalam diriku. Kesamaan visi dan cita cita
serta lingkungan yang produktif membuatku berubah ke jalan yang lebih baik. Aku
mulai menjadi pribadi yang mudah bergaul. Dulu waktu sekolah soalnya aku agak
pemalu, meskipun sekarang masih sisa sisa pemalu masih ada. Aku mulai berani
dalam berpendapat, meskipun masih tertatih dalam mengutarakan dan lola dalam
berfikir. Satu hal penting yang lingkungan ajarkan kepadaku ialah perbedaan.
Berbeda waktu saat masih SMA dimana teman temanku memiliki dukungan dana dari
orangtua mereka yang relatif mampu. Setidaknya banyak teman temanku saat ini
yang lebih beruntung dari aku, namun jauh lebih banyak yang kurang beruntung daripadaku.
Aku merasa beruntung sekali masih memiliki kedua orangtua yang sehat, kehidupan
yang lebih dari cukup, fasilitas pendukung yang komplit. Berbeda dengan
beberapa temanku yang berjuang menyeimbangkan neraca pengeluaran dan pemasukan.
Terkadang hal tersebut selalu membuatku sadar bahwa masih ada orang yang
membutuhkan bantuan kita, mereka juga sama sepertiku, masih menempuh kuliah dan
seumuran. Satu hal yang sangat aku kagumi dari mereka ialah semangat yang tak
pernah habis, tak pernah menyerah dengan kehidupan. Aku banyak belajar dari
mereka tentang bagaimana memiliki mental baja, bagaimana memanfaatkan uang
dengan bijak (hal paling sulit aku lakukan semenjak SMA).
Waktu benar benar berjalan
cepat, meninggalkan siapa saja yang tak dapat berlari, membunuh siapa saja yang
putus asa. Banyak pengalaman yang aku dapatkan selama setahun kebelakang, yang
membuat diriku menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Banyak orang
yang dapat dijadikan inspirasi, tidak selalu orang yang baru mendapatkan medali
saja yang dapat dijadikan inspirasi, tetapi orang orang sederhana yang
melakukan hal hal luar biasa jauh dari kesederhanaannya. Orang orang seperti
itu dapat dijadikan inspirasi kita agar selalu ingat bahwa kita bukanlah apa
apa, kita tak boleh menyerah pada keadaan, kita harus terus berjuang dalam
keadaan apapun yang kita hadapi. Di tahun keduaku ini aku harap aku akan lebih
maksimal dalam berkonstribusi bagi orang lain, melupakan kegagalan, berifikir
positif dan tentunya menuliskan banyak hal hal baru pada teman teman pembaca :D
Beberapa hari lagi aku akan meempuh UTS ketigaku a.k.a UTS di tahun
keduaku. Dengan pengalaman yang aku dapat setahun lalu, aku tak ingin
mengulangi kegagalanku seperti waktu UTS pertama. Doakan yaa..