Sabtu, 25 Oktober 2014

Satu tahun diriku

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat bagiku, rasanya aku baru saja lulus SMA beberapa bulan yang lalu. Tak terasa aku sudah memiliki adik angkatan baru, namun rasanya baru saja aku selesai mengikuti ospek. Tak terasa aku sudah mendapatkan indeks prestasiku yang kedua, rasanya kemarin aku masih berlatih menyesuaikan diri dengan kehidupan kuliah. Dan tak terasa sudah satu tahun aku meninggalkan rumah, meninggalkan Kota Semarang tercinta dan tentunya kedua orangtua tersayang, namun rasanya baru kemarin aku diantarkan ke Kota perantauanku ini.

Waktu berjalan begitu cepat, sekarang aku sedang memasuki tahun keduaku hidup di Yogyakarta. Tak terasa memang, dulu aku tak begitu betah dengan suasana kosan yang menurutku membosankan, sulit untuk mendapatkan sinyal dan sulit sekali untuk berhubungan lewat jejaring sosial. Setahun yang lalu aku mulai kehidupan baruku, ditempat yang benar benar baru, berkenalan dengan teman teman baru dari berbagai daerah. Mengherankan menurutku saat melihat teman – teman lainnya,  aku sedikit banyak selalu memperhatikan detil detil kecil orang berpakaian, mulai dari sepatu celana baju hingga gaya rambut mereka. Saat aku SMA rata rata gaya pakaian teman temanku sedikit banyak sama, yang cowok memakai baju agak jangkis dan juga celana gaul pensil, sedangkan yang cewek lebih parah lagi. Sering aku amati terutama cewek cewek yang tak berkerudung menggunakan baju yang sangat ketat bahkan ada yang bajunya kelihatan tipis sekali hampir transparan. Berbeda dengan teman teman sejurusanku, yang cowok memakai celana bahan yang klowor dan yang cewek tentunya gak kayak cewek SMA dulu lah. Mayoritas mereka menurutku ialah orang orang yang lugu. Meskipun beberapa ada yang terlihat nyleneh tapi pemikiran mereka benar benar berbeda dari penampilannya. Memang benar, waktu itu aku menyadari bahwa aku berada di universitas terbaik, mayoritas temanku ialah terbaik dari daerahnya masing masing.

                Aku ingat sekali setahun yang lalu aku masih terbawa atmosfer SMA dan euforia anak sekolah. Teringat awal awal memasuki masa kuliah, kebiasaan masa SMA masih melekat, hingga berimbas pada nilai UTS semester 1 ku yang benar benar hancur hahaha…. Nah baru setelah UTS ini kehidupan baruku sebagai mahasiswa benar benar dimulai. Aku mulai bisa mengatur waktu belajar, berorganisasi, dan juga bermain. Aku sedikit sedikit mulai bisa mengimbangi teman teman sejurusanku, yang notabene mereka semua memiliki latar belakang yang luar biasa dalam bidang fisika, robotic maupun programming dan pastinya kemampuan berfikir otak mereka seperti makhluk dari planet lain. Ada yang saat kuliah kerjaanya ketawa dan keliatannya ga terlalu serius eh tapi waktu nilai keluar tau tau dia dapet A. Ada yang ikut banyak banget organisasi, aktif dan eksis dimana mana dan nilainya juga bagus. Emang di UGM ini gak ada orang yang boleh diremehin, gak bisa di judge lewat kebiasaan maupun penampilannya saja, semuanya memiliki kehebatan yang tak terduga, memang benar kompetitif banget teknik elektro UGM ini.

                Tak terasa memang aku sudah menjalani setahun kehidupan yang mengasyikan bersama teman teman kuliah. Jujur semenjak kuliah banyak yang berubah dalam diriku. Kesamaan visi dan cita cita serta lingkungan yang produktif membuatku berubah ke jalan yang lebih baik. Aku mulai menjadi pribadi yang mudah bergaul. Dulu waktu sekolah soalnya aku agak pemalu, meskipun sekarang masih sisa sisa pemalu masih ada. Aku mulai berani dalam berpendapat, meskipun masih tertatih dalam mengutarakan dan lola dalam berfikir. Satu hal penting yang lingkungan ajarkan kepadaku ialah perbedaan. Berbeda waktu saat masih SMA dimana teman temanku memiliki dukungan dana dari orangtua mereka yang relatif mampu. Setidaknya banyak teman temanku saat ini yang lebih beruntung dari aku, namun jauh lebih banyak yang kurang beruntung daripadaku. Aku merasa beruntung sekali masih memiliki kedua orangtua yang sehat, kehidupan yang lebih dari cukup, fasilitas pendukung yang komplit. Berbeda dengan beberapa temanku yang berjuang menyeimbangkan neraca pengeluaran dan pemasukan. Terkadang hal tersebut selalu membuatku sadar bahwa masih ada orang yang membutuhkan bantuan kita, mereka juga sama sepertiku, masih menempuh kuliah dan seumuran. Satu hal yang sangat aku kagumi dari mereka ialah semangat yang tak pernah habis, tak pernah menyerah dengan kehidupan. Aku banyak belajar dari mereka tentang bagaimana memiliki mental baja, bagaimana memanfaatkan uang dengan bijak (hal paling sulit aku lakukan semenjak SMA).

                Waktu benar benar berjalan cepat, meninggalkan siapa saja yang tak dapat berlari, membunuh siapa saja yang putus asa. Banyak pengalaman yang aku dapatkan selama setahun kebelakang, yang membuat diriku menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Banyak orang yang dapat dijadikan inspirasi, tidak selalu orang yang baru mendapatkan medali saja yang dapat dijadikan inspirasi, tetapi orang orang sederhana yang melakukan hal hal luar biasa jauh dari kesederhanaannya. Orang orang seperti itu dapat dijadikan inspirasi kita agar selalu ingat bahwa kita bukanlah apa apa, kita tak boleh menyerah pada keadaan, kita harus terus berjuang dalam keadaan apapun yang kita hadapi. Di tahun keduaku ini aku harap aku akan lebih maksimal dalam berkonstribusi bagi orang lain, melupakan kegagalan, berifikir positif dan tentunya menuliskan banyak hal hal baru pada teman teman pembaca :D


Beberapa hari lagi aku akan meempuh UTS ketigaku a.k.a UTS di tahun keduaku. Dengan pengalaman yang aku dapat setahun lalu, aku tak ingin mengulangi kegagalanku seperti waktu UTS pertama. Doakan yaa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar