Selo, begitulah kegiatanku sekarang ini. Bingung ingin melakukan apa, dan akhirnya terbesit ide untuk mengisi blog yang hampir setengah tahun tak terurus. Sebenarnya aku gak jago dalam soal menulis, dan tidak terlalu suka juga hehe. Aku tak suka berdiam diri, melakukan hal yang tidak berguna maupun berkumpul dengan teman, namun terkadang aku ingin menyendiri, melakukan hal untuk diriku sendiri yang pastinya tak boleh ada seseorang yang tahu. Salah satunya ialah menulis.
Kali ini aku menulis tentang pemahamanku sendiri terhadap tafsir surat Al Mukminun 1-11. Surah Al Mukminun menceritakan tentang orang orang mukmin. Orang muslim berbeda dengan orang mukmin. Orang muslim ialah orang yang sekedar mempercayai ajaran islam, sedangkan orang mukmin meyakini bahwa Allah tempat bergantung, dan nabi Muhammad itu utusanya. Orang mukmin selalu mengikuti dan mengamalkan setiap ajaran Rasul. Berikut penjelasan per ayat :
1. “Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang beriman.”
Orang-orang mukmin ialah orang yang beruntung. Orang
yang beruntung ialah orang yang hari esoknya lebih baik dari hari ini Seorang
mukmin niscaya akan mendapatkan kenikmatan dari Allah baik di dunia dan
akhirat. Orang-orang yang beriman akan mendapat berbagai kemudahan – baik dalam
hati, harta benda, maupun kegiatan – dan sarana-sarana terbaik yang Allah
siapkan untuk menjalani berbagai lika-liku kehidupan yang akan ia akan hadapi
di muka bumi.
2.
“(Yaitu) Orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.”
Shalat merupakan proses komunikasi terbaik antara
seseorang hamba dengan sang pencipta. Proses komunikasi tersebut hanya dapat
dilakukan jika seseorang melakukan shalat dengan khusyuk. Khusyuk dalam shalat
adalah melakukan shalat dengan sempurna, mereka yang melakukan shalat dengan
khusyuk ialah mereka yang dapat merasakan nikmatnya shalat, merasa dekat dengan
Allah. Khusyuk bersumber dari hati, mereka yang melakukan shalat dengan khusyuk
ialah mereka yang melapangkan hatinya untuk tidak memikirkan hal lain selain
mencari ridha Allah.
3.
“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan
dan perkataan) yang tidak berguna.”
Orang orang yang menjaukan diri dari perbuatan yang
tidak berguna sebenarnyaa adalah orang yang sangat menghargai waktu. Dan orang
yang menyianyiakan waktu ialah orang yang merugi. Sesungguhnya waktu yang kita
miliki sebenarnya sangat tidak cukup untuk melaksanakan seluruh tanggung jawab
yang harusnya kita kerjakan. Mengisi waktu dengan kegiatan yang berguna
merupakan sebuah kewajiban bagi seorang mukmin, harus senantiasa dilakukan.
Mukmin yang baik ialah orang yang meluangkan sebagian waktunya untuk memberikan
kebermanfaatan bagi orang lain.
4.
“Dan orang-orang yang menunaikan zakat.”
Zakat termasuk dalam rukun Islam. Zakat harus kita
tunaikan untuk membantu kita menghadap Allah dan menjauhkan diri dari perbuatan
yang tidak berguna. Pun, zakat dapat menjaga kesucian harta benda yang kita
miliki menjadi halal dan baik.
Zakat dapat menjadi asuransi sosial bagi seluruh
individu dalam jamaah, jaminan sosial bagi para dhuafa dan orang-orang yang
lemah. Zakat dapat menjaga umat Islam dari kehancuran dan ketimpangan, terutama
perihal ekonomi.
5.
“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.”
Manusia diberikan sifat oleh Allah yang namanya nafsu.
Orang orang yang menjaga kemaluannya ialah orang orang yang dapat mengontrol
nafsunya. Islam ialah agama yang sangat menjunjung tinggi kesucian. Menjaga
kemaluan dari syahwat ialah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Dengan
menjaga kemaluan, menjaga hati dan menjaga diri dari hawa nafsu yang sesat,
Insya Allah kita akan terjaga dari hal hal buruk.
6.
“Kecuali terhadap istri-istri mereka, atau budak-budak
yang mereka miliki; maka sesungguhnya dalam hal ini tiada tercela.”
Memenuhi syahwat oleh istri ialah hak bagi suami,
begitu pula sebaliknya. Jelas bahwa istri adalah halal bagi suami. Selain
istri, budak juga dihalalkan dalam islam. Budak ialah seseorang yang sering
diserang maupun disiksa oleh orang orang. Budak pada zaman itu biasanya ialah
tawanan perang, banyak dari budak tersebut ialah kaum muslimin yang menjadi
tawanan perang orang kafir.
7.
“Barang siapa yang
mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.”
Manusia diberikan kesempatan untuk memenuhi syahwatnya
dengan istri mereka maupun budak-budak wanita yang halal bagi mereka. Namun
jika melampaui batas, akan mendapatkan berbagai balasan yang sangat buruk dalam
hal agama dan sosial
8.
“Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang
dipikulnya) dan janjinya.”
Salah satu ciri orang munafik ialah jika diberi
amanah, dia akan berkhianat. Orang orang mukmin haruslah menjauhi sifat khianat.
Sebagai orang mukmin harus bisa mengemban amanah yang ia terima. Orang-orang
yang beriman akan selalu berusaha menjalankan amanah-amanah yang diberikan
kepadanya dengan semaksimal mungkin, dengan upaya terbaik yang mereka bisa
usahakan. Sehingga, mereka tidak pernah membiarkan fitrah mereka melenceng dari
keistiqamahan mereka. Mereka selalu teguh dalam menjalankan amanah yang
diembannya.
9.
“Dan orang-orang
yang memelihara shalatnya.”
Banyak orang yang mengaku islam namun tidak menunaikan
shalat, diantaranya shalat wajib apalagi shalat sunnah. Orang orang mukmin
ialah orang yang tidak pernah meninggalkan shalatnya karena alasan apapun.
Orang orang beriman tidak meninggalkan shalatnya karena malas atau karena
meremehkan keutamaan shalat itu sendiri. Orang orang mukmin selalu menjaga
shalatnya, mengerjakan shalat secara bersungguh-sungguh. Mereka menunaikannya
tepat waktu, memerhatikan rukun-rukun serta adab-adab shalat yang ada, dengan
hal-hal yang wajib dan sunnah secara lengkap.
10. “Mereka itulah
orang-orang yang mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka
kekal di dalamnya.” 11.
Surga
Firdaus adalah balasan terbaik yang diberikan Allah kepada orang-orang beriman,
golongan mukmin. Bahkan, mereka akan kekal di dalamnya. Surga Firdaus adalah
puncak keberuntungan yang Allah berikan untuk golongan mukmin, dan tidak ada
target lain yang mungkin – dan bisa – dituju lagi oleh mata dan khayalan
orang-orang beriman.