Minggu, 03 Mei 2015

Tafsir Surat Al Mukminun 1-11

        Selo, begitulah kegiatanku sekarang ini. Bingung ingin melakukan apa, dan akhirnya terbesit ide untuk mengisi blog yang hampir setengah tahun tak terurus. Sebenarnya aku gak jago dalam soal menulis, dan tidak terlalu suka juga hehe. Aku tak suka berdiam diri, melakukan hal yang tidak berguna maupun berkumpul dengan teman, namun terkadang aku ingin menyendiri, melakukan hal untuk diriku sendiri yang pastinya tak boleh ada seseorang yang tahu. Salah satunya ialah menulis.

      Kali ini aku menulis tentang pemahamanku sendiri terhadap tafsir surat Al Mukminun 1-11. Surah Al Mukminun menceritakan tentang orang orang mukmin. Orang muslim berbeda dengan orang mukmin. Orang muslim ialah orang yang sekedar mempercayai ajaran islam, sedangkan orang mukmin meyakini bahwa Allah tempat bergantung, dan nabi Muhammad itu utusanya. Orang mukmin selalu mengikuti dan mengamalkan setiap ajaran Rasul. Berikut penjelasan per ayat : 

1.       Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang beriman.
Orang-orang mukmin ialah orang yang beruntung. Orang yang beruntung ialah orang yang hari esoknya lebih baik dari hari ini Seorang mukmin niscaya akan mendapatkan kenikmatan dari Allah baik di dunia dan akhirat. Orang-orang yang beriman akan mendapat berbagai kemudahan – baik dalam hati, harta benda, maupun kegiatan – dan sarana-sarana terbaik yang Allah siapkan untuk menjalani berbagai lika-liku kehidupan yang akan ia akan hadapi di muka bumi.

2.      “(Yaitu) Orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.”
Shalat merupakan proses komunikasi terbaik antara seseorang hamba dengan sang pencipta. Proses komunikasi tersebut hanya dapat dilakukan jika seseorang melakukan shalat dengan khusyuk. Khusyuk dalam shalat adalah melakukan shalat dengan sempurna, mereka yang melakukan shalat dengan khusyuk ialah mereka yang dapat merasakan nikmatnya shalat, merasa dekat dengan Allah. Khusyuk bersumber dari hati, mereka yang melakukan shalat dengan khusyuk ialah mereka yang melapangkan hatinya untuk tidak memikirkan hal lain selain mencari ridha Allah.

3.      “Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”
Orang orang yang menjaukan diri dari perbuatan yang tidak berguna sebenarnyaa adalah orang yang sangat menghargai waktu. Dan orang yang menyianyiakan waktu ialah orang yang merugi. Sesungguhnya waktu yang kita miliki sebenarnya sangat tidak cukup untuk melaksanakan seluruh tanggung jawab yang harusnya kita kerjakan. Mengisi waktu dengan kegiatan yang berguna merupakan sebuah kewajiban bagi seorang mukmin, harus senantiasa dilakukan. Mukmin yang baik ialah orang yang meluangkan sebagian waktunya untuk memberikan kebermanfaatan bagi orang lain.

4.      “Dan orang-orang yang menunaikan zakat.”
Zakat termasuk dalam rukun Islam. Zakat harus kita tunaikan untuk membantu kita menghadap Allah dan menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna. Pun, zakat dapat menjaga kesucian harta benda yang kita miliki menjadi halal dan baik.
Zakat dapat menjadi asuransi sosial bagi seluruh individu dalam jamaah, jaminan sosial bagi para dhuafa dan orang-orang yang lemah. Zakat dapat menjaga umat Islam dari kehancuran dan ketimpangan, terutama perihal ekonomi.

5.      “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.”
Manusia diberikan sifat oleh Allah yang namanya nafsu. Orang orang yang menjaga kemaluannya ialah orang orang yang dapat mengontrol nafsunya. Islam ialah agama yang sangat menjunjung tinggi kesucian. Menjaga kemaluan dari syahwat ialah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Dengan menjaga kemaluan, menjaga hati dan menjaga diri dari hawa nafsu yang sesat, Insya Allah kita akan terjaga dari hal hal buruk.

6.      “Kecuali terhadap istri-istri mereka, atau budak-budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya dalam hal ini tiada tercela.”
Memenuhi syahwat oleh istri ialah hak bagi suami, begitu pula sebaliknya. Jelas bahwa istri adalah halal bagi suami. Selain istri, budak juga dihalalkan dalam islam. Budak ialah seseorang yang sering diserang maupun disiksa oleh orang orang. Budak pada zaman itu biasanya ialah tawanan perang, banyak dari budak tersebut ialah kaum muslimin yang menjadi tawanan perang orang kafir.

7.      Barang siapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.”
Manusia diberikan kesempatan untuk memenuhi syahwatnya dengan istri mereka maupun budak-budak wanita yang halal bagi mereka. Namun jika melampaui batas, akan mendapatkan berbagai balasan yang sangat buruk dalam hal agama dan sosial

8.      “Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.”
Salah satu ciri orang munafik ialah jika diberi amanah, dia akan berkhianat. Orang orang mukmin haruslah menjauhi sifat khianat. Sebagai orang mukmin harus bisa mengemban amanah yang ia terima. Orang-orang yang beriman akan selalu berusaha menjalankan amanah-amanah yang diberikan kepadanya dengan semaksimal mungkin, dengan upaya terbaik yang mereka bisa usahakan. Sehingga, mereka tidak pernah membiarkan fitrah mereka melenceng dari keistiqamahan mereka. Mereka selalu teguh dalam menjalankan amanah yang diembannya.

9.      Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.”
Banyak orang yang mengaku islam namun tidak menunaikan shalat, diantaranya shalat wajib apalagi shalat sunnah. Orang orang mukmin ialah orang yang tidak pernah meninggalkan shalatnya karena alasan apapun. Orang orang beriman tidak meninggalkan shalatnya karena malas atau karena meremehkan keutamaan shalat itu sendiri. Orang orang mukmin selalu menjaga shalatnya, mengerjakan shalat secara bersungguh-sungguh. Mereka menunaikannya tepat waktu, memerhatikan rukun-rukun serta adab-adab shalat yang ada, dengan hal-hal yang wajib dan sunnah secara lengkap.

10.  “Mereka itulah orang-orang yang mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” 11.
Surga Firdaus adalah balasan terbaik yang diberikan Allah kepada orang-orang beriman, golongan mukmin. Bahkan, mereka akan kekal di dalamnya. Surga Firdaus adalah puncak keberuntungan yang Allah berikan untuk golongan mukmin, dan tidak ada target lain yang mungkin – dan bisa – dituju lagi oleh mata dan khayalan orang-orang beriman. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar